KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM

Konsep kepemimpinan dalam islam berdasarkan pada kepercayaan, ketulusan, integritas dan kasih sayang. Islam tidak mengajarkan kediktatoran dan otoriterisme, sebab kepemimpinan merupakan sebuah kontrak psikologis antara pemimpin dengan para pengikut. Pemimpin yang baik bisa memandu, menjaga dan membawa para pengikutnya ke arah yang lebih baik. Kepemimpinan menurut islam berpangkal pada tujuan penciptaan manusia yakni menghamba kepada Allah Sang Pencipta.Yang berarti setiap pemimpin harus melaksanakan tugas kepemimpinan seraya mengikuti tuntunan Allah dan Rasulnya dan terus berupaya meningkatkan karakter moral yang baik sesuai nilai-nilai Islam. karakter moral yang sesuai dengan nilai Islam tersebut meniscayakan lima hal dalam diri seorang pemimpin: keadilan, kepercayaan, kebenaran, keinginan untuk memperbaiki diri dan komitmen menepati janji.

Berkaca pada tradisi kesejarahan, terdapat tiga kategori pemimpin dalam Islam: pemimpin spiritual, pemimpin opini, dan pemimpin aplikasi. Pemimpin sepiritual tercermin dalam diri para pemuka agama dan para guru sufi. Pemimpin opini berwujud para sarjana, ulama. Sedangkan pemimpin aplikasi adalah raja-raja, panglima perang dan aktivis pergerakan.

Tugas utama kepemimpinan dalam Islam yang adalah melayani umat. Sehingga kemudian dikenal istilah pemimpin pelayan. Yang dimaksud dengan pemimpin pelayan adalah bahwa setiap pemimpin harus selalu mengusahakan kesejahteraan pengikutnya dan membawa mereka menuju masa depan yang lebih baik. Gagasan pemimpin pelayan ini mengakar kuat dalam Islam sebab telah dipraktekkan langsung oleh Nabi Muhammad. Belakangan kita tahu gagasan tersebut dielaborasi oleh Robert Greenleaf dalam bukunya The Servant as Leader.

Tugas yang kedua bagi pemimpin dalam islam adalah menjaga umat. Yaitu kepemimpinan yang berorientasi menjaga para pengikut dari tirani dan penindasan. Pemimpin penjaga selalu menyelaraskan antara kata-kata dan perbuatan sehingga dapat menjadi tauladan dan inspirasi bagi para pengikutnya.

Untuk lebih jelasnya, ada sepuluh kriteria yang yang harus dipenuhi untuk menjadi pemimpin yang baik:

1. Mendengar: pandangan tradisional menyatakan bahwa kualitas seorang pemimpin dilihat dari kemampuannya berdialog, komunikasi dan pengambilan keputusan. Mendengarkan para keluhan, aspirasi dan gagasan pengikut tidak bisa dihindari oleh seorang pemimpin yang baik.

2. Empati: karena setiap orang ingin dihargai pemimpin yang baik harus menjadi orang yang berempati tinggi. Yaitu berkemampuan untuk menghargai dan memahami orang lain

3. Pendamai: memperbaiki hubungan adalah sebuah kekuatan yang besar untuk dialog, transformasi dan integrasi.

4. Kesadaran: Kesadaran umum, dan terutama kesadaran diri atau kesadaran pribadi
tanggung jawab, memperkuat karakter seorang pemimpin. Kesadaran membantu seseorang dalam memahami isu
membangun etika,kekuatan dan nilai-nilai.Kesadaran sangat penting bagi sikap realistis dan untuk melihat situasi
secara menyeluruh

5. Persuasi: Sarana kepemimpinan adalah dada yang lapang. Sepanjang sejarah peradaban manusia kekerasan tidak pernah menyelesaikan masalah tetapi justru menambah masalah

6. Konseptualisasi: Seorang pemimpin harus memelihara kemampuannya untuk bermimpi mimpi besar.

7. Pandangan ke Depan: pemimpin diharapkan memiliki rasa arah dan visi jangka panjang untuk komunitas yang dipimpin. Pandangan ke Depan memungkinkan pemimpin untuk memahami pelajaran dari
masa lalu, realitas masa kini, dan konsekuen dengan keputusan yang sudah dibuat untuk masa depan.

8. Menjaga Kepercayaan: Seorang pemimpin harus menjaga kepercayaan pengikutnya dengan komitmen untuk melayani kebutuhan
mereka.

9. Komitmen Memperbaiki: pemimpin harus sepenuhnya menyadari kecenderungan, karakter, kompetensi, kekurangan, ambisi, dan titik-titik lemah para pengikutnya, kemudian mengarahkan mereka pada yang lebih baik.

10.Membangun Komunitas: Pemimpin yang baik akan merasa bahwa banyak yang telah hilang dalam manusia baru-baru ini.
Sebagai akibat dari pergeseran nilai-nilai lokal dalam masyarakat yang sudah digantikan semangat global. Kesadaran ini menyebabkan pemimpin untuk mengidentifikasi beberapa cara untuk membangun
sebuah komunitas di antara mereka yang bekerja dalam suatu organisasi.


"Ketika sayap-sayap rahmat ia bentangkan dan sekalian alam bergelayut, setiap tangan berubah jadi neraca salah dan benar. Karena dia, dunia yang penuh khianat ini menjadi sumber kesetiaan. Kepada kasih sayang ia telah menyeret seluruh umat meski jalan keras dan terjal. Dan kehidupannya memaksa semuanya percaya bahwa cinta adalah satu-satunya jalan hidup terbaik."

 
CURRENT MOON