KHUMAITSARO


Bisik anginnya panas mengoyak baju lusuh kawanku

Terpa debunya berdesar-desar mencekik tenggorok

Kukira hanya Badui waris Nubia yang sabar menanti kematian di tempat seperti ini

Kata orang Sayyid agung itu bersemayam di sini

Menyeru ma'ruf dari kuburnya sendirian

Matikah ia sedang ribuan orang terus bersahut mengingat luhurnya,

Menyertakannya dalam dzikir dan shalawat,

Membangunkannya dengan senandung taubat pengiris hati

Ya syadzuli..ya syadzuli ya syadzuli

Dalam gelap kematian kau bawa sinar Tuhan

Ya syadzuli..ya syadzuli ya syadzuli

Di kesenyapan padang gersang sunah Nabi kaubangkitkan

Ya syadzuli..ya syadzuli ya syadzuli

Izinkan kami mengikat benderamu di padang gersang sesungguhnya



"Ketika sayap-sayap rahmat ia bentangkan dan sekalian alam bergelayut, setiap tangan berubah jadi neraca salah dan benar. Karena dia, dunia yang penuh khianat ini menjadi sumber kesetiaan. Kepada kasih sayang ia telah menyeret seluruh umat meski jalan keras dan terjal. Dan kehidupannya memaksa semuanya percaya bahwa cinta adalah satu-satunya jalan hidup terbaik."


clock counter
 
CURRENT MOON